Keuntungan Menggunakan MDR QRIS Bagi Merchant

 

Transaksi bisnis kini makin praktis dengan hadirnya teknologi Kode QR. Kode QRIS  atau Kode Respon Cepat tidak hanya menciptakan evolusi kode batang dari satu dimensi ke dua dimensi, dan kemampuan untuk menyimpan sejumlah besar informasi, tetapi juga menciptakan perubahan gaya hidup dan metode pembayaran masyarakat saat ini. Dengan menggunakan aplikasi dompet digital (digital wallet), dimensi belanja menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih hemat uang.

Ulasan berikut ini mengeksplorasi bagaimana menerapkan QRIS (quick response indonesia standard) transaksi pemindaian kode sebagai dasar pembayaran penyedia layanan sistem menggunakan aplikasi dompet digital pada umumnya. Salah satu model dari menggunakan QR, yaitu CPM (mode yang disajikan pelanggan) adalah metode QR yang dihasilkan langsung oleh pelanggan melalui perangkat mereka.

QRIS CPM memudahkan pelanggan untuk bertransaksi, dan memudahkan pedagang untuk memverifikasi dan menyelesaikan. Studi ini bertujuan untuk menunjukkan hasil implementasi QRIS CPM di lingkungan pengembangan untuk memastikan nol cacat sebelum dikerahkan ke lingkungan produksi.

Plus Minus MDR QRIS Bagi Merchant

 

MDR atau merchant discount rate umumnya diberikan maksimal 0.7% dan menjadi beban merchant. Prosentase beban ini lebih menarik jika kita lihat biaya switching melalui GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) yang besarnya 1 %. Tentu prosentase ini jauh lebih kecil jika , karena dengan menggunakan GPN, merchant hanya terkena biaya 1%.

Merchant presented mode (MPM) dan pelaku usaha terikat kerjasama dalam menyiapkan kode QR dalam struk atau pemindai. Tahap selanjutnya pengguna bisa memindai kode tersebut dan melakukan pembayaran secara mudah dan praktis.

Saat menggunakan kode QR pada  customer presented mode (CPM), pengguna wajib menunjukkan kode QR yang ada pada layar smartphone untuk di scan petugas agar proses transaksi pembayaran berhasil.

Penggunaan QRIS pada merchant dengan skema tarif MDR QRIS memberikan banyak manfaat seperti berikut ini:

  • Praktis dalam proses transaksi dengan kartu debit atau kredit.
  • Banyak promo yang dikeluarkan oleh bank penerbit kartu debit atau kredit.
  • Layanan lebih luas untuk pelanggan yang pragmatis dan suka alternatif opsi metode pembayaran dan promo yang beragam.
  • Banyak keuntungan lebih murah dari setiap transaksi yang berlangsung dengan kartu debit atau kredit.
  • Memang tarif MDR QRIS untuk pebisnis, tapi jika transaksi besar maka margin keuntungan lebih besar dan bisa menutup biaya transaksi yang termasuk dengan tarif MDR.

Jadi menarik bukan praktek bisnis MDR QRIS ini? Semua keuntungan menggunakan merchant discount rate bagi pelaku usaha bakalan membuat mereka makin terpacu agar lebih produktif lagi dalam menghasilkan omset lebih besar.

Target dari QRIS ini mencakup para pengguna jasa pembayaran yang fokus pada kecepatan dan kemudahan transaksi dalam satu payung, dimana menyasar pada golongan menengah, usia muda yang mengabadikan kemudahan bertransaksi. Dari sisi penjual juga menyasar pada para merchant yang yang bersifat instant, seperti food and beverages, makanan siap saji, atau online market place.

QRIS mengakomodir 2 model penggunaan QR pembayaran yaitu merchant presented mode (MPM) dan customer presented mode (CPM). Namun demikian, implementasi nya mengacu pada standard QRIS yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standard nasional. Para pihak dalam proses transaksi QRIS terdiri atas penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP), lembaga switching, merchant aggregator, dan pengelola National Merchant Repository.

Leave a Reply

Your email address will not be published.