BUSINESS MODEL UTANG

Pada postingan Business Model (1) saya sampaikan kalau inti, atau sederhananya pengertian dari definisi Business Model adalah dari mana uang cash masuk untuk menghidupi perusahaan.

Bisnis model pertama yang umum adalah _OPERATING INCOME_ alias uang datang dari hasil penjualan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Uang diterima dari transaksi jual beli.

Nah, bisnis model yang ke-dua ini memang agak aneh. Di mana anehnya?

Aneh karena pengusahanya sendiri, atau bahkan ahli keuangan sering tidak menyadari, bahwa ini adalah jenis bisnis model.

Apa itu yang tidak disadari sebagai jenis bisnis model ke-2?

Baik, mari kembali ke definisi inti sederhana business model. Ia adalah sumber uang masuk perusahaan.

Kini banyak perusahaan yang operating incomenya tidak seberapa. Bahkan tidak cukup untuk menutupi kegiatan operasionalnya.

Tetapi perusahaan ini tampak tumbuh. Anteng-anteng saja. Bahkan mengantarkan pemegang sahamnya menjadi crazy rich, sultan versi majalah international.

Kalau Anda jeli, perusahaan-perusahaan ini bertahan dan “tumbuh” (pakai tanda kutip) karena tambahan utang. Utang lama ditutup dengan tambahan utang baru yang lebih besar.

Jadi, bisnis modelnya adalah ngutang. Cash in datang dari utang. Makin lama, utangnya makin menggunung. Pertumbuhan operating incomenya jauh lebih kecil daripada pertumbuhan utang-utangnya.

DER-nya mendekati atau bahkan tembus 100%. Hiks..

Biar kerren, mereka tidak menyebutnya dengan utang. Tapi nama-nama lain seperti Bond, Global Bond, Convertible Bond atau julukan-julukan lainnya.

Karena jumlahnya huge amount, biasanya bonds tersebut dikeluarkan oleh konsorsium lembaga keuangan, baik lokal maupun global. Kerjaan konsultan-konsultan keuangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published.