Asuransi hari tua: Pengertian dan Cara Menyiapkannya  

Indonesia yang mengalami bonus demografi, dimana populasi generasi muda produktif mendominasi dari total jumlah penduduk haru diimbangi dengan literasi keuangan yang baik agar mereka kelak juga siap dalam menghadapi masa tuanya. Banyak kejadian saat ini masa tua tidak bahagia karena harus tetap aktif bekerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alasan klasik yang sering dijadikan tidak siapnya menghadapi masa tua adalah masih banyak orang yang tidak menganggap hal ini penting, sampai akhirnya usia sudah senja dan menjelang pensiun baru sadar bahwa hal ini adalah sangat teramat penting. Di saat usia sudah senja mereka kurang cukup waktu untuk berinvestasi maupun menabung.

Belajar dari kesalahan umum yang terjadi pada orang yang tidak siap menghapai masa tua, berikut ini 5 hal yang membuat orang menunda-nunda berinvestasi atau menabung sebagai jaminan hari tua dan harus Anda hindari:

1. Selalu Merasa Gaji Kurang dan Tidak Cukup untuk Persiapan Pensiun

Banyak alasan menunda persiapan pensiun dengan dalih, “Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja masih sulit, mana mungkin ikutan investasi untuk persiapan pensiun” Coba cek lagi keuangan anda saat ini, jika kita paksakan untuk menyisihkan sedikit saja uang setiap hari, misal Rp. 15-20 ribu, anda sudah bisa mengambil investasi sebesar 500 ribu per bulan. Jumlah ini cukup lumayan untuk persiapan pensiun jangka panjang.

2. Boros alias Besar Pasak dari Tiang

Masa muda memang banyak godaan dengan segala kemudahan yang ditawarkan di era digital seperti ini. Seringkali sulit mengatur pengeluaran dengan pendapatan yang kita peroleh setiap bulan. Salah satu penyebabnya adalah tidak bisa membedakan keinginan dan kebutuhan.  Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan membuat budjet bulanan atau mingguan. Dengan cara seperti ini, anda lebih mudah menyisihkan uang untuk investasi persiapan masa pensiun.

3. Lupa Waktu terus Berjalan dan Merasa Masih Muda

Usia produktif bisa dibagi menjadi periode dasawarsa, yaitu dibawah 30 tahun, 30-40 tahun, 40-50 dan diatas 50 tahun. Saat Anda masih muda dan belum memiliki tanggungan, dan merasa masih dalam kondisi prima (biasanya dibawah usia 30 tahunn) maksimalkan investasi anda, jangan terbaik dengan banyak berfoya-foya. Di masa ini masih cukup banyak waktu untuk menabung dan berinvestasi.

4. Berfikir Dana Pensiun sudah Ditanggung BPJS maupun Asuransi Dari Tempat Kerja

Ini pola pikir yang menjebak kita. Kita tidak bisa berharap sepenuhnya pada BPJS atau asuransi dari tempat kerja. Apalagi dengan keterbatasan plafon BPJS akan menyebabkan dana tersedia kurang maksimal dalam menjamin hari tua anda. Jalan terbaik adalah menyiapkan alternatif investasi yang lainnya. Sesuai dengan prinsip investasi, lakukan diversifikasi aset untuk meminimalkan resiko.

5. Merasa Masih Sehat Segar Bugar

Setiap orang punya resiko yang terkait dengan kesehatan sejalan dengan makin bertambahnya usia kita. Tanpa kita sadari suatu saat kita juga akan sakit. Dan sekaya apa pun orangnya, tetap akan terganggu cash flow keuangannya di kala sakitnya berkepanjangan. Jadi Jangan tunggu sampai sakit. Jadi kita harus menyiapkan diri kita menghadapi kondisi tersebut dengan persiapan investasi saat sudah tidak produktif lagi dan asuransi untuk proteksi biaya kesehatan yang seolah tidak terbatas besarnya.

Jadi, saat anda masih muda, berinvestasilah sedini mungkin karena semakin panjang waktu investasi anda, maka akan semakin besar hasil panen yang akan diraih. Berikut ini beberapa cara berinvestasi untuk persiapan pensiun tersebut:

Persiapan Hari Tua dengan Menjadi Peserta Dana Pensiun

Jika anda bukan PNS, maka cara paling praktis dalam mererencanaan hari tua adalah dengan cara bergabung dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).  Tidak semua perusahaan memiliki program DPPK. Bagi anda yang ingin mandiri persiapan masa pensiun/uang pensiun dengan pemilihan program pensiun yang tepat sesuai dengan kemampuan finansial,biaya dan waktu.

Salah satu pertimbangan mendasar pentingnya persiapan pensiun adalah bahwa kebutuhan hidup tidak akan berhenti meskipun kita sudah tidak lagi produktif bekerja, untuk itu kita membutuhkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan di saat pensiun. Kita juga tidak bisa mengharapkan kepada anak untuk membiayai hidup kita.

Salah satu solusinya adalah ikut menjadi peserta dana pensiun dalam rangka mempersiapkan diri menuju masa pensiun seperti ulasan berikut ini:

Cara Mudah Menjadi Peserta Program Dana Pensiun

Program pensiun dirancang untuk menyediakan manfaat pensiun bagi pesertanya. Dengan mengikuti program pensiun, kita diharuskan untuk menabung sehingga pada saat kita sudah tidak lagi produktif bekerja, kita masih bisa menerima penghasilan untuk menopang hidup.

Berikut ini beberapa alternatif untuk menjadi peserta dana pensiun:

  1. Mendaftar sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Menurut undang-undang No.11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, pengertian Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. Siapa saja yang merupakan penyelenggara DPLK? Penyelenggara DPLK adalah bank umum atau perusahaan asuransi jiwa. Berikut adalah daftar DPLK yang masih beroperasi sampai saat ini :

  • DPLK Jiwasraya
  • DPLK Equity Life Indonesia
  • DPLK Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
  • DPLK Allianz Indonesia
  • DPLK PT. BNI (Persero) Tbk
  • DPLK Indolife Pensiontama
  • DPLK AIA Indonesia
  • DPLK PT Bank Muamalat Indonesia
  • DPLK Winterthur Life Indonesia
  • DPLK BPD Jawa Tengah
  • DPLK Pasaraya
  • DPLK Manulife Indonesia
  • DPLK AIG Lippo
  • DPLK AXA
  • DPLK Askrida Jiwa
  • DPLK Miralife
  • DPLK BPD Jawa Barat
  • DPLK Panin Life
  • DPLK Bank Maspion
  • DPLK Central Asia Raya
  • DPLK Bank Rakyat Indonesia
  • DPLK Bringin Jiwa Sejahtera
  • DPLK Bumiputera

Proses pendaftaran sebagai peserta DPLK termasuk mudah, Anda tinggal datang ke Bank atau perusahaan asuransi jiwa yang Anda inginkan, prosesnya kurang lebih sama dengan proses ketika membuka rekening di bank.

 

  1. Mencari perusahaan yang memiliki program pensiun sendiri

Perusahaan ada yang mendirikan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) sendiri ataupun dengan bergabung ke DPPK yang sudah ada. Jika perusahaan tempat  Anda bekerja belum mempunyai DPPK sendiri, cara ini relatif jauh lebih rumit dibanding cara pertama. Langkah awalnya adalah mengkomunikasikan hal ini kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Dari situ, perusahaan pemberi kerja akan mengurus pendaftaran dana pensiun para pekerjanya. Atau jika tidak memungkinkan, Anda bisa melamar kerja ke tempat lain yang memiliki program DPPK.

Pertimbangan Penting Sebelum ikut menjadi Peserta Program Dana Pensiun

Sebelum menjadi peserta Dana Pensiun, ada beberapa hal berikut ini yang perlu dipertimbangkan agar hasil dana pensiun tersebut bisa maksimal:

Pastikan Kemampuan Finansial Anda Cukup

Sebenarnya, program pensiun tidaklah membutuhkan biaya yang besar. Namun, harus rutin sehingga butuh kepastian kemampuan finansial anda cukup agar tidak membebani anda. Misalnya apabila Anda mengharapkan program pensiun manfaat pasti, kemampuan finansial anda akan menjadi pertimbangan utama.

Pastikan Iuran Dana Pensiun tidak Memberatkan Anda

Ikut program DPPK maupun DPLK membutuhkan iuran bulanan. Sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memilih program pensiun, bandingkan baik-baik biaya yang akan dibebankan dengan manfaat dan jasa yang diperoleh dari dana pensiun agar anda tidak merasa terbebani dan mendapatkan hasil yang maksimal. Dana pensiun dengan iuran yang lebih tinggi belum tentu lebih buruk dibandingkan yang iurannya lebih rendah.

Pertimbangkan Waktu Keikutsertaan Program Dana Pensiun

Prinsipnya, makin awal Anda mempersiapkan masa pensiun Anda, akan semakin ringan pula iuran yang harus Anda keluarkan setiap bulannya untuk mencapai target imbal balik hasil pensiun yang anda inginkan. Semakin panjang masa menabung kita, akan semakin besar pula akumulasi dana yang dapat kita kumpulkan untuk bekal di hari tua.

Pentingnya Asuransi  Hari Tua, Harus disiapkan Sekarang Juga

Untuk menjamin hari tua anda bahagia, perlu adanya persiapan masa pensiun sekarang juga. Ada banyak godaan dan alasan seperti ulasan diatas yang harus anda hilangkan agar tidak terjebak pada persiapan masa tua yang mendesak atau minim persiapan. Cara menyiapkan dana pensiun juga relatif mudah dan praktis dengan mengikuti berbagai program DPLK maupun DPPK seperti ulasan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.