Overview Manajemen Risiko

Manajemen Risiko
 Identifikasi
 Pengukuran
 Pemantaun
 Pengendalian

Manajemen Risiko
 Potensi
 Kerugian

Potensi Kerugian

Expected Loss (dpt diperkirakan  internal) Dicover Pricing HF / LI
Unexpected Loss / tdk dpt diperkirakan  eksternal Dicover Capital / Modal LF/HI

Inti dari Manajemen Risiko

 Inti dari Manajemen Risiko adalah berbicara Hubungan Modal dan
Risiko
 Semakin besar Risiko maka semakin besar Modal yang dibutuhkan
 Hubungan Modal dan Risiko dibuatkan dalam suatu rumusan yaitu
CAR (Capital Adequacy Ratio) atau Rasio kecukupan Modal
 Jumlah CAR yang ditetapkan adalah Minimal 8%

Risiko – Risiko Utama :
1. Risiko Kredit  Potensi pihak lawan (debitur) GAGAL BAYAR 
Risiko kredit melekat kepada pihak pemilik dana
2. Risiko Pasar  terkait Nilai Tukar, Suku Bunga, Ekuitas dan
komoditas ( termasuk derivative dan option, di posisi on dan off
balanced)
3. Risiko Operasional  SDM, System, Proses Internal (kebijakan)
dan Kejadian Eksternal

Basel Accord 1 1988
 Keputusan = Hanya RISIKO KREDIT
 Metode yang digunakan adalah Metode TUNGGAL  one size fits
all
 Artinya : dalam mencadangkan modal, bagi debitur yang
ratingnya bagus atau jelek bobotnya dianggap sama

Market Risk Amandement  1996, keputusannya :
 RISIKO KREDIT  perlakuan sama dengan tahun 1988
 RISIKO PASAR  sudah menggunakan RATING dalam
menghitung risiko
Perkenalan RISIKO OPERASIONAL  Karena baru
diperkenalkan, maka Risiko Operasional tidak dihitung
Modalnya

Basel Accord 1 tidak sama dengan Basel 1  kalau basel
1 meliputi tahun 1988 dan 1996

Basel 2  tahun 2004  keputusannya :
 RISIKO KREDIT, mulai menggunakan RATING (baik rating internal
maupun eksternal)
 RISIKO PASAR = 1996
 RISIKO OPERASIONAL
Perkenalan Risiko Lainnya, terdiri dari :
1. Risiko Bisnis
2. Risiko reputasi
3. Risiko Strategik
Di Basel 2 terkenal dengan konsep 3 Pilar

3 Pilar di Basel 2
Pilar 1  Minimum Capital requirement
1. Risiko Kredit , Risiko Pasar, Risiko Operasional dan
2. Risiko suku bunga di Trading Book
Pilar 2  Supervisory review Process
1. Risiko – risiko yang tidak ada di pilar 1, contoh : Risiko Konsentrasi
Kredit, risiko Suku bunga di banking book, Siklus Bisnis, risiko lainnya
2. 4 Prinsip kunci pengawasan
 Bank  menghitung CAR
 Supervisor  verifikasi metode CAR milik Bank
 Supervisor  mengawasi  tujuan memastikan CAR Bank
diatas 8%
 Supervisor  Intervensi  saat CAR dibawah 8%
Pilar 3  Market Dicipline dan Disclosure

Eligible Capital adalah Modal yang memenuhi syarat untuk perhitungan CAR, terdiri dari :
1. Tier 1  Modal Inti
2. Tier 2  Modal pelengkap
3. Tier 3  Modal pelengkap tambahan

 Tier 1 min 50% dari Total Modal
 Tier 1 min 100% dari Tier 2 + Tier 3
 Tier 1 tidak boleh kurang dari Tier 2 + Tier 3

Tahun 1988  Basel Accord 1
1. Risiko Kredit  Tier 1 dan Tier 2

Tahun 1996  market Risk Amandement
1. Risiko Kredit  Tier 1 dan Tier 2
2. Risiko Pasar  Tier 3

Tier 2 + Tier 3 maks 50% dari Total Modal
 Tier 2 + Tier 3 maks 100% dari Tier 1
 Tier 2 + Tier 3 tidak boleh melebihi Tier 1

Tahun 2004  Basel 2
1. Risiko Kredit  Tier 1 dan Tier 2
2. Risiko Operasional  Tier 1 dan tier 2
3. Risiko Pasar  Tier 3

METODE PERHITUNGAN RISIKO KREDIT

1988 DAN 1996 
Metode = Tunggal / One Size fits All. Artinya = semua nasabah dianggap bobotnya SAMA walaupun ratingnya berbeda / TIDAK MENGGUNAKAN RATING

2004

Sudah digunakan RATING, artinya bobot risiko masing – masing nasabah berdasarkan Rating dari nasabah tersebut, yatu :
1. Standardised Approach (SA)  RATING EKSTERNAL  dibuat oleh lembaga pemeringkat public
2. Internal Rating Based Approach (IRBA)  RATING INTERNAL  dibuat oleh Bank
sendiri

METODE PERHITUNGAN RISIKO PASAR

1996
Sudah digunakan RATING,
artinya bobot risiko masing –
masing nasabah berdasarkan
Rating dari nasabah tersebut,
yatu :
1. Standardised Approach (SA)
 RATING EKSTERNAL 
dibuat oleh lembaga
pemeringkat public
2. Internal Model Approach
(IMA) RATING INTERNAL 
dibuat oleh Bank sendiri
2004 SAMA DENGAN TAHUN 1996

METODE PERHITUNGAN RISIKO OPERASIONAL

1988 DAN 1996 BELUM ADA

2004

Menggunakan 3 metode :
1. BIA  Basic Indicator Approach
2. SA  Standardised Approach
3. AMA  Advanced Measurement
Approach
Terkait dengan :
1. Expected Loss  Risiko yang dapat
diperkirakan  HF / LI
2. Unexpected Loss  Risiko yang tidak
dapat diperkirakan  LF / HI

Risiko – risiko di bank Indonesia :
1. Risiko Kredit
2. Risiko Pasar  Nilai Tukar dan Suku Bunga
3. Risiko Operasional
4. Risiko Likuiditas  kerugian karena bank tidak mampu membayar kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo
5. Risiko Hukum  kerugian karena tuntutan hukum timbul saat kontrak / perjanjian tidak sempurna
6. Risiko strategic  Bank salah mengambil keputusan
7. Risiko reputasi
8. Risiko Kepatuhan  Bank tidak patuh pada aturan

 Risiko yang diatur Di Basel namun tidak ada di Bank Indonesia, adalah RISIKO BISNIS
 Risiko yang diatur di Bank Indonesia, namun tidak ada di Basel adalah Risiko Likuiditas dan Risiko Kepatuhan

R. Pasar
 R. Spesifik  terkait dengan rating satu perusahaan
 Risiko General  Nilai Tukar, suku bunga, ekuitas, komoditas
 3 strategi trading
1. Matched book / brokering  transaksi harus selesai pada hari yang sama  tidak tunduk pada kondisi pasar krn hanya berfungsi sebagai broker
2. Hedging / managed position  melakukan kombinasi antara brokering dan trader  untuk membatasi potensi kerugian maka diperlukan limit bagi trader. Transaksi selesai padahari berikutnya
3. Market maker  berusaha menjadi penentu harga pasar, strategi berjalan baik jika kondisi pasar liquid

R. Pasar
 Cash instrument vs derivative instrument
Cash Instrumen 
Spot Valas transaksi jual/beli valuta asing dimana penyerahan/settlement dananya dilakukan 2 (dua) hari kerja setelah tanggal transaksi.
Forward Valas adalah transaksi penjualan atau pembelian valuta asing dalam jumlah dan harga tertentu dengan penyerahan dan penerimaan dana dilaksanakan lebih dari 2 (dua) hari kerja sejak tanggal transaksi
Swap valas transaksi jual/beli suatu valuta asing terhadap valuta asing lainnya pada tanggal penyerahan valuta tertentu di masa yang akan datang dan diikuti secara bersamaan dengan perjanjian untuk menjual/membeli kembali valuta asing tersebut dengan rate/harga yang telah ditentukan pada saat transaksi
Loans and deposit
Obligasi  surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan.
Trading Ekuitas
Trading Komoditas adalah membeli dan menjual bahan mentah, seperti logam mulia dan minyak, yang penting untuk ekonomi global. Komoditas yang paling umum termasuk logam seperti emas, perak, dan tembaga, dengan minyak sebagai instrumen energi yang paling banyak diperdagangkan.

Derivative Instrumen

Future Contract suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan sejumlah aset/komoditi dalam jumlah, harga dan batas waktu tertentu.

Interest rate swap

Currency swap Kontrak antara 2 pihak untuk melakukan pertukaran pokok dan suku bunga dalam 2 mata uang yang berbeda selama suatu periode tertentu.

Forward rate agreement

Option contract

R. Pasar
 Mark to market vs mark to model
1. Mark to Market  perhitungan harta berdasarkan harga
pasar terkini  harga pasar diperoleh dari Harga penutupan
pasar modal per hari  dilakukan setiap hari
2. Mark to Model  proses perhitungan harta saat tidak
terdapat harga pasar  dilakukan berdasarkan valuasi /
harga estimasi dengan diskonto tertentu (dengan
pengurangan harga)

R. Pasar
 Option (American dan European)
Option adalah HAK untuk Pembeli, untuk :
 Membeli  Call Option
 Menjual  Put Option
Terdapat 2 jenis option :
 American Option  flexible  obligasi / surat berharga
dapat dicairkan sewaktu – waktu, tidak perlu menunggu
jatuh tempo
 European Option  kaku  pencairan harus menunggu
jatuh tempo

R. Kredit
Debitur Bank terdiri dari :
 Pemerintah  disebut dengan Sovereign Risk  alat analisa utama
adalah DSR (Debt service Ratio)  metode yang digunakan adalah
SA (Rating eksternal)
 Korporasi  alat analisa RATING  dasar penilaian adalah Kuantitatif
/ data laporan keuangan 3 tahun terakhir
 Perorangan  alat analisa SCORING  sumber data diperoleh dari
Credit Reference Agency  di Basel 2 terdapat 2 kecenderungan
(keputusan dari Branch ke Centralized , Secured lending ke
unsecured lending)

Country Risk  Risiko yang terkait dengan risiko negara secara
keseluruhan. Sovereign Risk adalah bagian dari Country Risk

R. Operasional
 LF / LI  abaikan ??  karena kalau dikelola biaya pengeloaan
lebih besar  Risk acceptance / tolerate risk / do nothing
 HF / HI  hindari  risk avoidance
 LF / HI  kelola  Unexpected Loss  factor eksternal  dicover
oleh Modal  Strategi yang digunakan adalah Risk Transfer
 HF / LI  kelola  expected loss  factor internal  dicover oleh
pricing (cost of doing business)  Risk Mitigation

Good Corporate Governance
 Komite di bawah Dewan Komisaris
1. Komite Risk Management  mengawasi pelaksanaan
penerapan manajemen risiko di Bank
2. Komite Audit  mengawasi pelaksanaan audit, baik internal
maupun eksternal
3. Komite Remunerasi  mengawasi kebijakan kompensasi
bagi manajemen senior
4. Komite Nominasi mengawasi kebijakan penetapan posisi
bagi manajemen senior
 Definisi GCG  serangkaian keterlibatan komisaris, direksi,
stakeholders dan pemilik

Fungsi Bank Indonesia
 Financial Stability  terkait dengan lembaga keuangan
 Monetary Stability  terkait nilai uang  alat utamanya BI
Rate  penetapan setiap 3 bulan
 Fungsi dari Risk management
 4 Risiko wajib (KPOL) dan 4 risiko tidak wajib (Reputasi,
Hukum, Strategi dan Kepatuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published.