Investasi Syariah Dengan Budget Murah, Apa Sajakah?  

Investasi syariah, selain lebih nyaman karena merasa halal dari sisi keyakinan, ternyata juga bisa dilakukan dengan dana yang murah namun bisa menghasilkan imbal balik yang lumayan. A

palagi K.H. Ma’ruf Amin sebelumnya menegaskan kalau pemerintah sudah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) serta kedepannya bakal ada Badan Pengembangan Ekonomi Syariah yang dibentuk untuk mengembangkan perekonomian syariah dalam negeri.

Yang menarik dari skema investasi syariah ini adalah, seringklai kita dapati produk investasi yang sekaligus bisa beramal di dalamnya. Jadi, 2 sisi bisa kita dapatkan. Mendapatkan imbal balik keuntung sekaligus dapat pahala karena beramal.

Bukankah amal diyakini memperlancar rejeki bagi semua umat muslim yang jadi mayoritas di negeri ini? Nah, sekarang pertanyaannya, produk investasi syariah apa yang bisa dilakukan dengan budget murah dan hasil lumayan? 4 diantaranya ada pada tulisan dibawah ini:

  1. Reksa dana syariah, Apa bedanya dengan yang konvensional?

Reksa dana syariah kini sudah berkembang dari jenisnya. Ada jenis reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Jadi, tak kalah dengan konvensional.

Anda tinggal pilih saja. Yang membedakan adalah adanya fitur cleansing untuk membersihkan sumber dana yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Biasanya buat tujuan amal. Darimanakah sumbernya?

Paling banyak dari dana yang mengendap di bank custodian. Jadi saat manajer investasi terlambat menginvestasikan dana tersebut, maka dana yang mengendap tentunya bakal dapat bunga dari bank. Bunga tidak dikenal di syariah. Jadi harus dibersihkan dan dimasukkan ke rekening amal.

  1. Saham syariah, solusi bagi yang ingin investasi di pasar modal namun tetap sesuai syariah

Kini, sudah banyak hingga ratusan jumlah saham yang dinyatakan sebagai saham syariah. Yaitu saham dari perusahaan yang bisnisnya memang tidak melanggar syariat Islam. Nggak usah khawatir, karena harganya juga terjangkau. Bahkan bisa dibeli cuma dengan harga Rp 60-an per lembar.

Bagaimanakah caranya? Langkah pertama Anda memilih perusahaan sekuritas yang akan menjadi perantara (menyediakan system transaksi) untuk investasi Anda. Setelah itu Anda membuka Rekening Dana Investasi (RDI) untuk melakukan transaksi jual beli dan investasi saham nantinya.

RDI ini merupakan rekening bank yang biasa kita miliki seperti BCA misalnya yang terhubung dengan system perusahaan sekuritas untuk memudahkan transaksi saham. Setelah itu, Anda tinggal jalankan saja transaksinya.

  1. Sukuk Negara Ritel alias Surat Utang Negara (kalo di konvensional)

Jenis investasi ini yang paling aman karena ini adalah surat utang negara, sudah pasti dijamin negara. Bisa dibeli di bank syariah dengan akad ijarah dengan minimum pembelian sesuai ketentuan pemerintah minimal Rp 1 juta. Sangat menarik, bahkan imbal hasilnya kurang lebih sekitar 7 hingga 8 persenan per tahun. Menarik bukan? Sedikit diatas deposito tapi dengan resiko yang sama-sama aman karena dijamin oleh Negara.

  1. Investasi Syariah dalam bentuk Emas Antam

Bisnis syariah tidak lepas dari investasi bentu emas. Saking kuat image syariahnya, hingga bank syariah bahkan banyak yang menawarkan produk cicilan emas. Tidak butuh duwit banyak untuk investasi emas. Kini, harga 1 gram emas juga belum mencapai Rp 1 juta bukan. Toh masih di harga Rp 600 ribuan. Jika masih keberatan, bisa mencoba metode nabung emas.

Banyak yang menganggap emas hanya cocok untuk melawan inflasi, tapi tak cukup menghasilkan imbal balik yang bagus. Namun yang perlu diingat adalah bawah emas punya likuiditas bagus.

Artinya mudah dijual dan dicairkan dananya dan lagi investasi yang satu ini juga sangat minim risiko sehingga aman untuk jangka panjang. Tapi syaratnya 1 yaitu dalam bentuk emas Antam bukan dalam bentuk emas perhiasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.