Ketegangan Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga Komoditas

Ketegangan Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga Komoditas

Ketegangan Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga Komoditas

Tensi geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina akhir-akhir ini membuat harga beberapa komoditas seperti emas, nikel dan minyak mentah meningkat cukup signifikan. Salah satu komoditas yang meningkat, yaitu emas, yang kini berada pada level 1888,93 dolar AS per troy ounce. Angka ini merupakan level tertinggi sejak November 2021 lalu pada level 1877,40 dolar AS per troy ounce.

Kenaikan harga emas ini awalnya dipicu oleh aksi hedging (transaksi lindung nilai) para investor akibat inflasi yang tinggi pada mayoritas negara maju di dunia. Namun, meningkatnya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina pada awal tahun 2022 ini membuat investor semakin cepat meninggalkan aset-aset berisiko seperti saham dan melarikan dana mereka ke aset yang lebih aman seperti emas.

Selain emas, beberapa komoditas yang harganya ikut meningkat signifikan akibat peristiwa ini adalah minyak mentah dan nikel. Secara year to date, komoditas emas telah meningkat sebesar 4,1%minyak mentah sebesar 22,1% dan nikel sebesar 16,07%.

  Key Takeaway  

Memanasnya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina berpotensi membuat harga emas yang merupakan asset safe haven meningkat. Selain itu, Rusia juga merupakan produsen minyak dunia dan nikel terbesar ketiga di dunia. Seiring dengan kenaikan harga komoditas sektor energi menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi kedua di IHSG dengan +13,15% secara year to date, lebih tinggi dari performa IHSG (+3,85% ytd).

Volume penjualan domestik semen selama Januari 2022 adalah sebanyak 5,297 juta ton, naik 8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi kenaikan tertinggi di bulan Januari sejak tahun 2018. Peningkatan ini didorong oleh segmen bulk (+16% YoY) yaitu semen yang digunakan untuk proyek infrastruktur.

Pertumbuhan terutama berasal dari penjualan di luar Jawa (+29,5%). Namun, kedua produsen semen terbesar di Indonesia, Semen Indonesia ($SMGR) dan Indocement ($INTP) mengalami penurunan pangsa pasar dari Januari 2021.

Pangsa pasar INTP turun dari 26,4% menjadi 26,1%, sedangkan pangsa pasar SMGR turun dari 49,3% menjadi 46,7%. Hal ini terjadi di tengah kenaikan penjualan domestik kedua perusahaan yang lebih rendah dari pertumbuhan industri (SMGR +2,1% YoY, INTP +6,7% YoY) .

Key Takeaway

BDMN 12M21

Bank Danamon ($BDMN) mengalami perbaikan kinerja pada Q4 2021. Laba bersih tumbuh +135,0% YoY menjadi 164,2 miliar rupiahberbalik dari rugi bersih 469,1 miliar rupiah pada Q4 2020. Hal ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan pendapatan non-bunga (+64,9%), sementara pendapatan bunga bersih hanya tumbuh +2,0%.

 

Secara kumulatif selama tahun 2021 (FY21), laba bersih perusahaan tumbuh +56,1% YoY dari 1,01 triliun rupiah menjadi 1,57 triliun rupiah. Hal ini didorong oleh kenaikan laba operasional (+6,3%) dan penurunan beban pajak penghasilan (-37,6%), sementara pendapatan bunga bersih hanya tumbuh +0,2% dan pendapatan non-bunga turun -4,8%. (IDX)

Meski volume penjualan domestik semen meningkat jika dibanding tahun lalu, angka ini lebih rendah jika dibanding bulan sebelumnya (-8,4% MoM) karena faktor musim hujan.

Selain itu, kenaikan penjualan semen yang signifikan di wilayah Sulawesi juga disebabkan oleh proyek pembangunan smelter.

Rencana PANI Akuisisi BKS Rp6,49 Triliun 

  • $PANI: PT Pratama Abadi Nusa Industri, perusahaan pengolahan hasil perikanan, berencana akuisisi 51% saham anak usaha Agung Sedayu, PT Bangun Kosambi Sukses (BKS) dengan nilai transaksi sebesar 6,49 triliun rupiah. Pemegang saham BKS saat ini adalah 50% PT Agung Sedayu dan 50% lainnya PT Tunas Mekar Jaya. Adapun tujuan akuisisi ini ialah upaya PANI dalam mengembangkan bisnis di bidang properti.
  • $BFIN: Trinugraha Capital & Co SCA (TC) akan tender offer senilai 10,96 triliun rupiah atas 57,19% saham PT BFI Finance di harga 1.200 rupiah per saham.
  • $TRIN: PT Perintis Triniti Properti akan menerbitkan rights issue sebanyak-banyaknya 185.314.670 saham, setara dengan 3,85% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, di harga 750 rupiah. Dana akan digunakan untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Labuan Bajo sebesar 191.790 meter persegi (sekitar 19.1 ha), sebesar 43,1 miliar rupiah.

  • $KLBF: PT Kalbe Farma bekerja sama dengan anak usah farmasi India, PT Amarox Global Farma, untuk memasarkan obat Movfor (Molnupiravir) obat anti virus terbaru yang digunakan dalam terapi Covid-19. Molnupiravir adalah obat anti virus baru yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari FDA Amerika Serikat dan BPOM Indonesia untuk terapi Covid-19.

Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Anak usaha Garuda Indonesia ($GIAA), Citilink, merombak jajaran direksi. Pimpinan yang diberhentikan ialah Dirut Juliandran Nurtjahjo yang digantikan oleh Dewa Kadek RaiDirektur Niaga dan Kargo Benny Rustanto yang digantikan oleh Ichwan Agus, dan Direktur Keuangan & Manajemen Resiko Ester Siahaan serta Komisaris Dong Oskaria yang diberhentikan dari jabatan.
  • Lazada Indonesia, melalui unit usaha Lazada Logistics, berkolaborasi dengan PT Smoot Motor Indonesia (Smoot). Dengan kerja sama ini, Smoot akan menyediakan Smoot Motor sebagai kendaraan berbasis listrik utama bagi kurir Lazada Logistics di Jakarta.
  • PT Pertamina Geothermal Energy tengah menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle, dengan kapasitas 0,5MW, di Lahendong, Sulawesi Utara. Proyek ini didanai oleh pemerintah Jerman melalui GeoForschungsZentrum (GFZ) German Research Centre senilai 45 miliar rupiah, dan dari Kemristekdikti sebesar 12 miliar rupiah.

Trader Juga Butuh Cutloss, Kok gitu?

“Sebagai investor kita bebas memilih, mau jadi trader murni yang tidak peduli dengan kondisi fundamental perusahaan atau mau jadi investor murni yang melakukan riset mendalam pada perusahaan.” – skydrugz27

Setiap orang yang berinvestasi di pasar modal tentu mengharapkan keuntungan. Untuk itu, segala resiko yang berpotensi merugikan selalu dihindari, seperti misalnya cut loss. Tentu tidak ada keuntungan dari menjual saham di bawah harga beli bukan? Namun ternyata dalam beberapa situasi cut loss ini justru sangat diperlukan loh. Bagaimana mana bisa? Kapan seharusnya seorang trader memutuskan untuk cut loss?Skydrugz27 mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam tulisannya berikut ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.