Menganalisis Persaingan Pasar BPR

Modul 011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
Program Pemasaran
Sesi 4: Menganalisis Persaingan Pasar
Menganalisis Persaingan Pasar
BPR.011.S4.H1 Mengidentifikasi Pesaing dari Industri Sejenis 1/5
Mengidentifikasi Pesaing dan Industri Sejenis
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang atau jasa yang sama
atau mirip dengan produk yang kita tawarkan. Pesaing suatu perusahaan dapat
dikategorikan pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah atau ada pesaing yang dekat yang
memiliki produk yang sama atau memiliki produk yang mirip.
Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing dan terus-menerus kita pantau adalah produk
pesaing, baik mutu kemasan produk, label, atau lainnya. Kita bandingkan kelebihan produk
yang dimiliki pesaing berikut kelemahan yang dimilikinya dengan produk kita. Di samping
itu, pengusaha juga harus mampu menangkap peluang yang ada di pasar sebelum
ditangkap pesaing. Seorang pengusaha diharapkan mampu menciptakan peluang-peluang
baru. Namun, pengusaha juga harus waspada terhadap setiap ancaman yang ada sekarang
dan di masa yang akan datang. Ancaman yang dilakukan pesaing dapat secara langsung
menyerang kita atau secara pelan-pelan (bergerilya).
Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing adalah tentang:

  1. kelengkapan, mutu, desain dan bentuk produk;
  2. harga yang ditawarkan;
  3. saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki;
  4. promosi yang dijalankan;
  5. rencana kegiatan pesaing ke depan.
    Untuk memantau kegiatan pemasaran pesaing terdapat istilah analisis pesaing. Kegiatan ini
    meliputi:
  6. mengidentifikasikan pesaing;
  7. menentukan sasaran pesaing;
  8. identifikasi strategi pesaing;
  9. analisis kekuatan dan kelemahan pesaing;
  10. menentukan sasaran pesaing;
  11. identifikasi reaksi pesaing; dan
  12. strategi menghadapi pesaing.
    Dari kegiatan ini akan dapat diketahui:
  13. siapa pesaing kita;
  14. apa sasaran yang ingin mereka capai;
  15. bagaimana strategi yang mereka lakukan;
  16. apa dan di mana kekuatan dan kelemahan pesaing;
  17. bagaimana pola reaksi mereka;
  18. siapa-siapa saja yang perlu diserang lebih dahulu;
  19. bagaimana cara menyerangnya;
  20. pesaing mana yang harus dihindari lebih dulu.
    Modul 011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi 4: Menganalisis Persaingan Pasar
    Menganalisis Persaingan Pasar
    BPR.011.S4.H1 Mengidentifikasi Pesaing dari Industri Sejenis 2/5
    A. Identifikasi Pesaing
    Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka
    miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap. Pembuatan peta
    persaingan yang digunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-langkah
    yang tepat. Langkah-langkah ini perlu dilakukan agar analisis pesaing tepat sasaran dan
    tidak salah arah. Langkah yang pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan
    Identifikasi seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui
    secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan demikian, memudahkan kita untuk menetapkan
    langkah selanjutnya.
    Identifikasi pesaing meliputi hal-hal berikut.
  21. Jenis produk yang ditawarkan
  22. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (market share) pesaing
  23. Identifikasi peluang dan ancaman
  24. Identifikasi keunggulan clan kelemahan
    B. Menentukan Sasaran Pesaing
    Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang telah dikuasai, kita perlu
    mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya.
    Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share,
    meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing
    lainnya.
    Jika sasarannya untuk memperbesar pasar, kita perlu mengetahui apakah pertumbuhan
    market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya meningkatkan market share dapat
    dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru
    yang gencar pula. Peningkatan market share juga dapat dilakukan dengan cara penurunan
    harga, mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif lebih rendah. Hal yang
    juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market share dapat pula dilakukan dengan
    cara mengambil market share pesaing lainnya.
    C. Identifikasi Strategi Pesaing
    Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan
    persaingan. Oleh karma itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri untuk mematikan
    lawannya. Semakin ketat persaingan, maka semakin canggih strategi yang dijalankan.
    Strategi untuk mematikan atau memperlemah lawan selalu dilakukan. Siapa yang lengah
    akan terkena dampaknya. Bukan tidak mungkin setiap strategi yang dijalankan memiliki
    kemiripan. Oleh karena itu, perusahaan harus pandai memulai dan mengakhiri.
    Modul 011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi 4: Menganalisis Persaingan Pasar
    Menganalisis Persaingan Pasar
    BPR.011.S4.H1 Mengidentifikasi Pesaing dari Industri Sejenis 3/5
    Berbagai strategi dapat dijalankan oleh pesaing, secara umum strategi-strategi tersebut
    adalah:
  25. Strategi menyerang pesaing yang lemah lebih dahulu,
  26. Pesaing langsung menyerang lawan yang
  27. Strategi gerilya
  28. Bertahan terhadap setiap serangan yang dilakukan lawan atau mengimbagi
    serangan yang dilakukan lawan.
    D. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
    Sama seperti halnya dengan perang militer, serangan terhadap musuh dapat dilakukan
    setelah kita mengetahui seberapa kekuatan amunisi kita dan kelemahan amunisi lawan. Di
    samping itu, juga harus dilakukan pada waktu yang tepat. Demikian pula halnya dalam
    dunia bisnis, sebelum melakukan serangan terhadap pesaing, terlebih dahulu perusahaan
    harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh pesaing. Kekuatan yang
    dimiliki pesaing harus dipertimbangkan mengingat mereka dapat pula memanfaatkan
    kekuatan untuk melakukan serangan balik. Sementara itu, mengetahui kelemahan pesaing
    memudahkan perusahaan untuk melakukan serangan balik.
    Identifikasi kelemahan dan kekuatan dapat dilakukan melalui tahaptahap sebagai berikut:
  29. mencari dan mengumpulkan data tentang segala sesuatu yang berhubungan
    dengan sasaran, strategi, dan kinerja pesaing;
  30. mencari tahu kekuatan pesaing dalam hal keuangan, sumber daya manusia,
    teknologi, serta lobi di pasar;
  31. mengetahui market share yang dikuasai pesaing dan tindakan pesaing terhadap
    pelanggan;
  32. mencari tahu kelemahan pesaing dalam hal keuangan, sumber daya manusia,
    teknologi, serta lobi di pasar.
    Kelengkapan produk pesaing terdekat kita bandingkan dengan produk yang kita miliki, baik
    dari segi jumlah maupun kelebihan produk itu sendiri. perusahaan yang memiliki produk
    yang lengkap dan memiliki kelebihan tertentu akan lebih unggul dibandingkan perusahaan
    kita, paling tidak untuk sementara waktu. Hal itu memudahkan kita untuk menutupi
    kelemahan yang kita miliki.
    Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sangat dipengaruhi oleh teknologi yang dimiliki
    oleh sebuah perusahaan. Teknologi yang dimiliki tersebut menyebabkan pihak pesaing
    menjadi unggul apabila kita tidak menyainginya. Teknologi akan mempercepat proses
    transaksi yang diberikan. Di samping kecepatan, teknologi juga memberikan keakuratan
    sehingga setiap kesalahan dapat diminimalkan. SDM yang dimiliki pesaing pun perlu
    dipertimbangkan. SDM yang berkualitas akan berpengaruh terhadap pelayanan yang
    diberikan karena ia akan dapat memberikan kecepatan, ketepatan, dan keakuratan
    pelayanan. Namun, jika SDM yang dimiliki tidak berkualitas, yang terjadi adalah sebaliknya.
    Modul 011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi 4: Menganalisis Persaingan Pasar
    Menganalisis Persaingan Pasar
    BPR.011.S4.H1 Mengidentifikasi Pesaing dari Industri Sejenis 4/5
    E. Identifikasi Reaksi Pesaing
    Setiap tindakan atau serangan yang kita lakukan, baik secara langsung ataupun tidak
    langsung akan menjadi perhatian pesaing. serangan yang kita lakukan akan menimbulkan
    reaksi dari pesaing-pesaing kita. Tindakan pesaing terhadap serangan yang kita lakukan
    ditanggapi secara beragam oleh pesaing, mulai langsung membalas, diam, berusaha
    mempelajari terlebih dahulu, baru melakukan serangan balasan. Perusahaan yang kuat
    biasanya langsung menyerang balik. Oleh karena itu, kita juga harus mempertimbangkan
    reaksi pesaing terhadap tindakan yang kita lakukan. jangan sampai serangan balik malah
    menjadi bumerang bagi strategi kita. Sebagai contoh, beberapa reaksi pesaing terhadap
    serangan
    Yang lakukan adalah sebagai berikut.
  33. Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga
    pula, bahkan mungkin lebih rendah dari pada yang kita lakukan.
  34. Apabila kita memberikan hadiah (berupa undian atau Langsung) akan dibalas pula
    dengan pemberian hadiah yang lebih baik.
  35. Apabila kita memberikan diskon dalam jumlah tertentu kepada pelanggan,
    pesaing juga memberikan diskon yang lebih menarik dengan nilai yang lebih tinggi
    pula.
  36. Apabila kita membebaskan biaya-biaya seperti biaya administrasi, sudah pasti
    akan diikuti pesaing dengan jumlah biaya yang lebih murah.
  37. Apabila kita membuka cabang di suatu lokasi, akan dibala, oleh pesaing dengan
    membuka cabang di lokasi perusahaan kita.
    Oleh karena itu, untuk melawan pesaing, kita perlu memprioritaskan mana yang akan kita
    serang lebih dahulu dan mana yang berikutnya. penyerangan hendaknya dilakukan secara
    hati-hati, baik itu serangan secara langsung, bertubi-tubi, ataupun secara bergerilya.
    Penyerangan langsung mungkin dilakukan terhadap pesaing yang lemah.
    Kita juga harus pandai melakukan penyerangan untuk menghindari pesaing yang kita
    anggap kuat sementara waktu. Seperti yang dijelaskan scbelumnya, pesaing yang kuat akan
    segera membalas jika diserang. Oleh karena itu, kita harus mengukur kekuatan kita sebelum
    melakukan penyerangan serta mengukur kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh
    pesaing.
    F. Strategi Menghadapi Pesaing
    Strategi menghadapi pesaing dapat dilakukan dengan cara melemahkan dan
    menghancurkan pesaing dengan ineniasang strategi yang kompetitif. Strategi kompetitif
    dilakukan dengan melihat posisi keberadaan kita, sebelum melakukan penyerangan. Posisi
    ini akan menetukan model serangan yang akan kita lakukan. Posisi kita dibandingkan
    dengan pesaing dapat diukur dari kemampuan keuangan, teknologi, dan sumber daya
    manusia yang kita miliki.
    Modul 011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi 4: Menganalisis Persaingan Pasar
    Menganalisis Persaingan Pasar
    BPR.011.S4.H1 Mengidentifikasi Pesaing dari Industri Sejenis 5/5
    Strategi untuk menghadapi pesaing dapat dilakukan untuk posisi-posisi sebagai berikut.
  38. Strategi Pemimpin Pasar (Market Leader)
  39. Strategi Penantang Pasar (Market Challenger)
  40. Strategi Pengikut Pasar (Market Follower)
  41. Strategi Relung Pasar (Market Nicker)
    Untuk menghadapi pesaing yang semakin kompetitif, perusahaan perlu melakukan berbagai
    serangan ke arah pesaing dari segala penjuru atau dari bagian-bagian tertentu, seperti
    kelemahan pesaing. Tujuannya adalah menghambat gerak maju pesaing atau bahkan
    mematikan satu per satu pesaing yang ada sekaligus atau perlahan-lahan. Di samping itu,
    serangan digunakan untuk mempersulit pesaing barn untuk masuk ke industri yang sama.
    Strategi penyerangan yang dapat dilakukan terhadap pesaing terdiri dari lima cara berikut.
  42. Serangan Frontal (Frontal Attack)
  43. Serangan Samping (Flanking Attack)
  44. Serangan Melambung (Bypass Attack)
  45. Serangan Gerilya (Guerilla Attack)

Leave a Reply

Your email address will not be published.