Aspek Demografi Dalam Segmentasi Pasar BPR

Modul011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
Program Pemasaran
Sesi2-3: Menganalisis Potensi Pasar
Menganalisis Potensi Pasar
BPR.011.S2-3.H2 Menetapkan Aspek Demografi yang akan Dianaliis 1/3
Menetapkan Aspek Demografi untuk dianalisis
Berbagai Aspek Segmentasi Pasar
Tidak ada cara tunggal untuk membuat segmen pasar. Pemasar harus mencoba variabel
segmentasi yang berbeda, secara sendiri atau kombinasi untuk mencari cara terbaik untuk
memetakan struktur pasar. Terdapat beberapa aspekl utama yang sering digunakan untuk
menentukan segmentasi pasar, yakni variabel geografik, demografik, psikografik, dan
tingkah laku tertentu.

  1. Segmentasi Geografik
    Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti
    negara, regional, propinsi, kota, wilayah kecamatan, wilayah kelurahan dan
    kompleks perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi
    dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi di semua wilayah
    tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan psikologis konsumen.
    Banyak perusahaan dewasa ini “merigionalkan“ program pemasaran produknya,
    dengan melokalkan produk, iklan, promosi dan usaha penjualan agar sesuai dengan
    kebutuhan masingmasing regional, kota, bahkan kompleks perumahan.
  2. Segmentasi Demografi
    Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada
    variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, jumlah keluarga, umur anak,
    pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan,
    agama, ras atau kebangsaan. Faktor-faktor demografik ini merupakan dasar paling
    populer untuk membuat segmen kelompok konsumen.
    Alasannya utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan mudah diukur.
    Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan menggunakan dasar lain, maka
    karakteristik demografik pasti diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan
    untuk menjangkau secara efisien.
    a. Umur dan Tahap Daur Hidup
    Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup, yakni menawarkan
    produk berbeda atau menggunakan pendekatan pemasaran yang berbeda untuk
    kelompok umur dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan makanan
    ringan “ciki” membuat produknya untuk konsumsi kaum anak-anak dan remaja.
    b. Jenis Kelamin
    Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk memasarkan produknya,
    misalnya pakaian, kosmetik, dan majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang
    mengembangkan produk parfum yang hanya ditujukan kepada para wanita atau
    kaum pria.
    c. Pendapatan
    Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi segmentasi
    pemasaran produk dan jasanya, seperti mobil, kapal, pakaian, kosmetik dan jasa
    transportasi.
    Modul011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi2-3: Menganalisis Potensi Pasar
    Menganalisis Potensi Pasar
    BPR.011.S2-3.H2 Menetapkan Aspek Demografi yang akan Dianaliis 2/3
    Banyak perusahaan membidik konsumen kaya dengan barang-barang mewah dan
    jasa yang memberikan kenyamanan dan keselamatan ekstra, sebaliknya ada
    beberapa perusahaan kecil yang membidik konsumen dengan level social-ekonomi
    menengah ke bawah.
    d. Segmentasi Demografik Multivariasi
    Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan menggabungkan dua atau
    lebih variabel demografik. Misalnya, suatu pemasaran produk yang segmentasi
    pasarnya diarahkan pada umur dan jenis kelamin.
  3. Segmentasi Psikografik
    Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan
    pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Dalam kelompok
    domografik, orang yang berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.
    a. Kelas Sosial
    Kelas sosial ternyata mempunyai pengaruh kuat pada pemilihan jenis mobil, pakaian,
    perabot rumah tangga, properti, dan rumah. Pemasar menggunakan variabel kelas
    sosial sebagai segmentasi pasar mereka.
    b. Gaya Hidup
    Minat manusia dalam berbagai barang dipengaruhi oleh gaya hidupnya, dan barang
    yang mereka beli mencerminkan gaya hidup tersebut. Atas dasar itu, banyak
    pemasar atau produsen yang mensegmentasi pasarnya berdasarkan gaya hidup
    konsumennya. Sebagai misal, banyak produsen pakaian remaja yang mengembangkan desain produknya sesuai dengan selera dan gaya hidup remaja.
    c. Kepribadian
    Para pemasar juga menggunakan variabel kepribadian untuk mensegmentasi pasar,
    memberikan kepribadian produk mereka yang berkaitan dengan kepribadian
    konsumen. Strategi segmentasi pasar yang berhasil berdasarkan pada kepribadian
    telah dipergunakan untuk produk seperti kosmetik, rokok, dan minuman ringan.
  4. Segmentasi Tingkah Laku
    Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan,
    sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar
    meyakini bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk
    segmen pasar.
    a. Kesempatan
    Segmentasi kesempatan membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan kesempatan
    ketika pembeli mendapat ide untuk membeli atau menggunakan barang yang dibeli.
    Pembeli dapat dikelompokkan menurut kesempatan ketika mereka mendapat ide
    untuk membeli, benar-benar membeli, atau menggunakan barang yang dibeli.
    Segmentasi kesempatan dapat membantu perusahaan meningkatkan pemakaian
    produknya.
    Modul011: Merancang Produk/ Jasa Layanan dan
    Program Pemasaran
    Sesi2-3: Menganalisis Potensi Pasar
    Menganalisis Potensi Pasar
    BPR.011.S2-3.H2 Menetapkan Aspek Demografi yang akan Dianaliis 3/3
    Sebagai misal, Kodak menggunakan segmentasi kesempatan untuk merancang dan
    memasarkan kamera sekali pakai. Konsumen hanya perlu memotrek dan
    mengembalikan film, kamera, dan semuanya, untuk diproses. Dengan
    menggabungkan lensa, kecepatan film, dan peralatan tambahan yang lain. Kodak
    mengembangkan kamera versi khusus untuk hampir segala macam kesempatan, dari
    fotografi bawah air sampai memotret bayi.
    b. Manfaat yang Dicari
    Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli
    menurut manfaat yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat membagi pasar
    menjadi kelompok menurut beragam manfaat berbeda yang dicari konsumen dari
    produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari
    orang dalam produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat, dan merek utama
    yang mempunyai manfaat.
    Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen
    manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya, serta merek utama yang bersaing.
    Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan
    manfaat itu.
    c. Status Pengguna
    Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna,
    pengguna potensial, pengguna pertama kali, danpengguna regular dari suatu
    produk. Pemimpin pemasaran akan memfokuskan pada cara menarik pengguna
    potensial, sedangkan perusahaan yang lebih kecil akan memfokuskan pada cara
    menarik pengguna saat ini agar meninggalkan pimpinan pemasaran.
    d. Tingkat Pemakaian
    Dalam segmentasi tingkat pemakaian, pasar dapat dikelompokkan menjadi kelompok
    pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat seringkali hanya
    sebagian kecil dari pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total
    pembelian.
    Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, yakni separuh pengguna
    ringan, dan separuh pengguna berat, menurut tingkat pembelian dari produk
    spesifik. Sebagai contoh, ditunjukkan bahwa sejumlah 41% rumah tangga yang
    disurvai membeli bir, sebesar 87% pengguna berat peminum bir (hampir tujuh kali
    lipat dari pengguna ringan).
    e. Status Loyalitas
    Sebuah perusahaan dapat disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen.
    Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi
    beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benarbenar loyal(membeli selalu membeli satu jenis produk), kelompok lain agak loyal
    (mereka loyal pada dua merek atau lebih dari suatu produk, atau menyukai satu
    merek tetapi kadang-kadang membeli merek yang lain).

Leave a Reply

Your email address will not be published.